<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Codinxz's</title>
	<atom:link href="http://codinxz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://codinxz.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Aug 2008 09:15:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='codinxz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3d9e851765fc22d40d126a3da43b89b8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Codinxz's</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tips &amp; Konsep Konversi Warna</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-konsep-konversi-warna/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-konsep-konversi-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Konversi Warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Andi S. Boediman &#38; Herman Pratomo &#8211; Forum Grafika Digital
Warna pada dasarnya merupakan bentukan 3 dimensi, sehingga disebut sebagai &#8220;color space&#8221;. Untuk merepresentasi bentukan warna 3 dimensi ini dibutuhkan 3 sumbu, bisa RGB, CMY, Lab, HLS, dll. Kemampuan mata melihat memiliki gamut warna yang paling besar, kemudian RGB lebih kecil dan CMY lebih kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=163&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Andi S. Boediman &amp; Herman Pratomo &#8211; Forum Grafika Digital<br />
Warna pada dasarnya merupakan bentukan 3 dimensi, sehingga disebut sebagai &#8220;color space&#8221;. Untuk merepresentasi bentukan warna 3 dimensi ini dibutuhkan 3 sumbu, bisa RGB, CMY, Lab, HLS, dll. Kemampuan mata melihat memiliki gamut warna yang paling besar, kemudian RGB lebih kecil dan CMY lebih kecil lagi sehingga saat mengkonversi warna ke RGB dan CMY akan terlihat agak kusam (baca: tampilan di monitor).</p>
<p><span id="more-163"></span></p>
<p>Tetapi ada warna2 yang ada di CMY yang tidak bisa direpresentasi RGB dengan akurat misalnya warna yellow 100%, cyan 100% dan magenta 100%. Sebaliknya ada cukup banyak warna2 RGB yang TIDAK AKAN pernah ditampilkan dengan akurat misalnya ungu, hijau menyala, dll.</p>
<p>CMYK vs RGB<br />
CMY atau CMYK adalah model warna penintaan (substractive color mode), warna2 primernya (Cyan, Magenta, Yellow, BlacK) tergantung pada pigment pada tinta &amp; substrate yang dicetak. Sebagai catatan, printer dan cetakan hanya merupakan &#8220;output devices&#8221;.</p>
<p>RGB adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk &#8220;input devices&#8221; seperti scanner maupun &#8220;output devices&#8221; seperti display monitor, warna2 primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada display monitor.</p>
<p>Kedua model warna CMYK maupun RGB adalah tidak &#8220;merdeka&#8221;, artinya CMYK tergantung pada proses cetak, pigment, substrate &amp; sedangkan RGB tergantung pada kapasitas teknologi peralatan yang dipakai; artinya kalau kita mempunyai data warna R 180, maka pada 2 monitor yang berbeda kita mendapatkan persepsi yang berbeda pula, karena sangat sulit untuk menstimulasikan 2 monitor yang berbeda &#8211; apalagi kalau teknologi yang dipakai berbeda pula.</p>
<p>Karena pemanfaatan RGB itu biasanya dikontrol oleh pabrik alat, maka relatif lebih mudah bagi tim riset dan pengembangan pabrik alat tersebut untuk meningkatkan kemampuan alatnya agar dapat mencapai mutu yang tinggi dengan toleransi yang rendah.</p>
<p>Lain halnya dengan model warna CMYK ,khusus untuk cetak konventional, tinta diproduksi oleh pabrik tinta dan dicetak oleh percetakan menggunakan barbagai macam kertas. Proses reproduksi warna dilakukan dengan berbagai macam parameter, dan hasilnya pun dibawa kemana-mana untuk evaluasi -yang sering dibawah kondisi penerangan yang berbeda-beda &#8211; masalah metameri &#8211; sehingga menimbulkan banyak silang pendapat.</p>
<p>UCR vs GCR<br />
Secara teoritis menggabungkan warna red, green dan blue dalam jumlah sama akan menghasilkan abu2 netral, sehingga red 50%, green 50% dan blue 50% bisa digantikan hanya oleh tinta black 50%. Photoshop mengenal UCR (Under Color Removal) dan GCR (Gray Component Replacement), artinya pada UCR hanya warna-warna shadow yang digantikan oleh tinta hitam, sedang pada GCR sejak dari warna abu-abu sudah akan digantikan oleh tinta hitam. Default Photoshop adalah GCR Medium.</p>
<p>UCR maupun GCR digunakan oleh Photoshop sebagai parameter apabila kita hendak mengkonversi RGB ke CMYK. Mempelajari lebih lanjut penggunaan UCR maupun CGR tergantung pada proses cetak, sehingga kita mendapatkan parameter yang paling sesuai dengan cetakan.</p>
<p>Saya mempunyai trik mengkonversi 1 gambar dengan 2 macam proses konversi; (1) biasanya saya pilih text hitam dan mengkonversi ke CMYK dengan Black Maximum, lalu (2) hasil Black tersebut kita &#8220;merge&#8221; ke hasil konversi gambar lainnya, sehingga text akan muncul 100%K overprint, tidak bolong. Hanya perlu diingat pada perhitungan GCR tidak berlaku 50%C + 50%M + 50%Y = grey, disini Photoshop menggunakan parameter standard tinta international (ISO dll.). Oleh karenanya, bila tinta yang kita gunakan tidak standard, maka konversi RGB ke CMYK menjadi issue yang ramai. Dengan kata lain, tidak ada satu solusi yang dapat memecahkan problem tersebut, mengingat banyak faktor yang tidak terukur atau standar.</p>
<p>Tips Konnversi<br />
Jadi secara sederhana jangan harapkan warna RGB akan dikonversi sempurna ke CMYK. Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.</p>
<p>Logikanya demikian, warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam.</p>
<p>Jadi untuk menghindari warna tampil kurang bagus atau kusam, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira2 10-20 dengan fungsi Image&gt;Adjust&gt;Hue/Saturation (Ctrl/Cmd + U)</p>
<p>Tidak ada yang salah dengan konversi RGB ke CMYK di Photoshop. Yang menjadi masalah adalah kurangnya pengetahuan kita tentang warna.</p>
<p>Tips:<br />
1. Simpanlah data warna original dan jangan mengkonversi warna jika tidak dibutuhkan, baik Lab &#8211;&gt; RBG &#8211;&gt; CMYK ataupun sebaliknya.<br />
2. Konversi warna hanya digunakan pada saat terakhir, apabila kita akan membuat film separasi atau CTP.<br />
3. Gunakan model data CMYK sebagai input untuk membuat Digital Proofing, jadi mohon maaf jangan membuat Digital Proofing kalau kita tidak tahu mau diapakan gambarnya. Target Profile harus jelas sekali, dan proses konversi RGB ke CMYK harus &#8220;identical&#8221; untuk digital proofing maupun pembuatan film separasi atau CTP, kemudian baru lakukan software proofing seperti dengan GMG, EFI, ORIS dll. untuk mengkonversi CMYKtarget ke CMYKproof.</p>
<p>&#8220;Mapping&#8221; Color Management<br />
Dalam Color Management saat melakukan konversi RGB ke CMYK standar Photoshop, maka diperhitungkan gamut dari perangkat output saat melakukan &#8220;mapping&#8221; warna dari RGB ke CMYK. Kelebihannya adalah semua warna RGB akan dicoba &#8220;mapping&#8221; ke CMYK dan tidak ada warna yang cenderung flat karena di luar gamut. Kekurangannya adalah jika gambar asli tidak dikoreksi dengan optimal hasilnya malah akan cenderung kusam. Oleh karena itu saat menggunakan color management terdapat &#8220;rendering intent&#8221; yang berbeda-beda, jika anda mengkonversi gambar kartun, foto atau ilustrasi. Sebagai catatan, biasanya warna kartun adalah warna pastel, sebaiknya dalam GCR menggunakan Black minimum, kecuali skets hitamnya.</p>
<p>Bit Depth<br />
Metafora bit depth adalah mainan LEGO. Perbedaan Lego orang dewasa dan anak kecil adalah lego orang dewasa berukuran kecil. Untuk merepresentasi bentukan color space 3 dimensi dari warna bayangkan kita ingin membuat bola dengan lego untuk orang dewasa dan anak kecil. Bola yang dibuat dengan lego orang dewasa akan menghasilkan transisi bola yang lebih halus.</p>
<p>Bekerja dengan bit depth tinggi akan memberikan kemungkinan hasil akhir yang lebih baik. Tetapi pada kebanyakan gambar hal ini tidak akan banyak berpengaruh. Bit depth tinggi sangat diperlukan untuk kondisi koreksi yang ekstrim atau kondisi gambar tidak ideal.</p>
<p>Raw<br />
Raw komparasinya adalah film negative sehingga color spacenya lebih besar dari TIFF maupun JPG. TIFF dan JPG komparasinya adalah slide positif, artinya &#8220;what you see is what you get.&#8221; Sedang dengan RAW, kita menyimpan data secara lengkap sehingga ketika dibuka bisa dipilih seperti halnya kita mencetak film negatif bisa dipilih lebih terang/gelap, diatur warnanya.</p>
<p>Memilih film negatif dan slide positif tidak ada benar dan salah, yang ada<br />
tinggal preferensi fotografer.</p>
<p>MAC atau PC?<br />
Semua representasi warna secara matematis di PC dan Mac adalah SAMA. Masalah utama adalah representasi visual, bukan file aslinya. Jadi bekerja dengan Mac dan PC BISA MENGHASILKAN OUTPUT YANG SAMA.</p>
<p>Keuntungan menggunakan Mac adalah monitor Mac secara default sudah dirancang untuk memiliki gamma (baca:kontras dan gelap terang) seperti kertas di mana warna putih tidak terlalu putih dan warna gelap tidak terlalu pekat. Sedang monitor PC secara default disimulasikan untuk kondisi elektronik seperti televisi yang kontras jauh lebih tinggi. Oleh karena warna yang sama akan tampil di monitor PC lebih kontras dan lebih gelap dibanding ditampilkan di monitor Mac.</p>
<p>Solusinya adalah melakukan kalibarasi sederhana menggunakan Adobe Gamma yang ada di Control Panel di mana monitor PC dikalibrasi menggunakan gamma 1.8, bukan 2.2 yang merupakan default dari monitor PC.</p>
<p>Memaksakan display monitor dengan cetakan adalah investasi yang besar sekali, mungkin banyak yang tidak setuju dengan saya dalam hal ini. Kepercayaan berlebihan terhadap display monitor (Soft proofing) dapat menimbulkan masalah karena SDM kurang paham &amp; mengandalkan supplier untuk mengkalibrasi monitor dan perlu diingat jarang sekali color monitor yang dapat mengukur temperatur warna secara otomatis, jadi penggunaan Gamma tidak menjamin kalibrasi monitor berfungsi sempurna.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=163&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-konsep-konversi-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gambar Hasil Scan Berkualitas Jelek dan Jauh Dari Aslinya</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/gambar-hasil-scan-berkualitas-jelek-dan-jauh-dari-aslinya/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/gambar-hasil-scan-berkualitas-jelek-dan-jauh-dari-aslinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar Hasil Scan Berkualitas Jelek dan Jauh Dari Aslin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering mengalami situasi seperti ini. Apakah ada metode atau cara agar ketika suatu gambar di scan bisa mendapatkan hasil yang tajamsehingga waktu di edit ulang lebih gampang dan hasilnya lebih dekat dengan aslinya ketika di proof print?” Pertanyaan ini dimuat dalam milis Forum Grafika Digital, dimana beberapa anggota memberi tanggapan.
Petunjuk praktis memindai dengan scanner
Saudara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=160&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda sering mengalami situasi seperti ini. Apakah ada metode atau cara agar ketika suatu gambar di scan bisa mendapatkan hasil yang tajamsehingga waktu di edit ulang lebih gampang dan hasilnya lebih dekat dengan aslinya ketika di proof print?” Pertanyaan ini dimuat dalam milis Forum Grafika Digital, dimana beberapa anggota memberi tanggapan.<span id="more-160"></span></p>
<p>Petunjuk praktis memindai dengan scanner<br />
Saudara Haries Design memberi petunjuk praktis bagaimana melakukan scan dengan scanner;</p>
<p>1. Scan gambar dengan resolusi besar jangan kecil, minimal 200.<br />
2. Usahakan gambar yang discan dalam posisi yang datar pada waktu di scan<br />
3. Setelah diperoleh hasil scan, lakukan pengeditan ulang di adobe photoshop, terutama dilakukan pada posisi dan croping terlebih dahulu, dan kemudian pada kualitas level; dengan mengatur levelnya, sehingga didapat hasil warna yang tajam.<br />
4. Jangan lupa bersihkan permukaan scanner, sehingga didapat bersih dari noda-noda yang tidak diinginkan.</p>
<p>Konsep warna RGB dan CMYK<br />
Selanjutnya dibawah ini, Saudara Didik Pamuji menjelaskan konsep warna dengan upaya menjelaskan adanya perbedaan nyata antara hasil scanner (yang menggunakan RGB) dan hasil cetak (yang menggunakan CMYK)</p>
<p>1. Warna RGB tidak bisa dikonversi secara sempurna ke CMYK. Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.</p>
<p>2. Warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam. Untuk menghindari hal itu, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira-kira 10-20 dengan fungsi Image&gt;Adjust&gt;Hue/Saturation (Ctrl/Cmd + U)</p>
<p>Tips mengatasi perbedaan RGB ke CMYK<br />
Menurut Saudara Didik Pamuji lebih lanjut, tidak ada yang salah dengan konversi RGB ke CMYK di Photoshop. Yang menjadi masalah adalah kurangnya pengetahuan tentang warna. Dibawah ini ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengurangi perbedaan.</p>
<p>1. Simpanlah data warna original dan jangan mengkonversi warna jika tidak dibutuhkan, baik Lab &#8211;&gt; RBG &#8211;&gt; CMYK ataupun sebaliknya.</p>
<p>2. Konversi warna hanya digunakan pada saat terakhir, apabila kita akan membuat film separasi atau CTP.</p>
<p>3. Gunakan model data CMYK sebagai masukan untuk membuat “Digital Proofing”. Jangan membuat “Digital Proofing” kalau tidak tahu mau diapakan gambarnya. Target Profile harus jelas sekali, dan proses konversi RGB ke CMYK harus &#8220;identical&#8221; untuk digital proofing maupun pembuatan film separasi atau CTP, kemudian baru lakukan software proofing seperti dengan GMG, EFI, ORIS dll. untuk mengkonversi CMYKtarget ke CMYKproof.</p>
<p>Petunjuk &#8220;Mapping&#8221; Color Management<br />
Masih dalam upaya mengurangi perbedaan konversi dari RGB ke CMK, maka saat melakukan konversi RGB ke CMYK standar Photoshop, perhitungkan gamut dari perangkat output saat melakukan &#8220;mapping&#8221; warna dari RGB ke CMYK.</p>
<p>Kelebihannya adalah semua warna RGB akan dicoba &#8220;mapping&#8221; ke CMYK dan tidak ada warna yang cenderung flat karena di luar gamut. Kekurangannya adalah jika gambar asli tidak dikoreksi dengan optimal hasilnya malah akan cenderung kusam.</p>
<p>Oleh karena itu saat menggunakan color management terdapat &#8220;rendering intent&#8221; yang berbeda-beda untuk mengkonversi gambar kartun, foto atau ilustrasi. Sebagai contoh, biasanya untuk kartun menggunakan warna pastel, dan sebaiknya dalam GCR menggunakan black minimum, kecuali skets hitam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/160/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/160/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=160&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/gambar-hasil-scan-berkualitas-jelek-dan-jauh-dari-aslinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Format File yang Tepat untuk Image</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/memilih-format-file-yang-tepat-untuk-image/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/memilih-format-file-yang-tepat-untuk-image/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Memilih Format Image]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Slamet Riyanto (*)
Ketika bekerja dengan Adobe Photoshop, ada beberapa pilihan untuk menyimpan dokumen tersebut dalam berbagai format file dan kompresi.
Bagi para perancang grafik (graphic designer) pemula, mungkin merasa sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan.Â Juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=157&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Slamet Riyanto (*)<br />
Ketika bekerja dengan Adobe Photoshop, ada beberapa pilihan untuk menyimpan dokumen tersebut dalam berbagai format file dan kompresi.</p>
<p>Bagi para perancang grafik (graphic designer) pemula, mungkin merasa sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan.Â Juga memang, masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Sebagai contoh, untuk keperluan web Anda disarankan menggunakan format file jpg, png, maupun gif. Mengapa?<span id="more-157"></span></p>
<p>Baca artikel lengkapnya….</p>
<p>Plugin<br />
Adobe Photoshop mendukung plugin yang dikembangkan oleh pihak ketiga, dengan cara menginstall filter plugin. Penempatan plugin tersebut adalah pada folder Adobe/Photoshop/Plugin/Filter…. ketika menginstal plugin yang dimaksud. Ada beberapa contoh plugin yaitu: Kai Power Tools, KPT Bryce, KPT Power Goo, Alienskin Eyecandy, Andromeda, Extensis Photoframe, KPT Convolver, dan lain-lain.<br />
Selain mendukung plugin filter, Adobe Photoshop juga mendukung pertukaran dokumen dari program lain, diantaranya: Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Macromedia Firework, Adobe PageMaker, Adobe After Effect, Corel PhotoPaint, CorelDraw, 3D Studio Max, dan lain-lain. Teknik pertukaran dokumen tersebut dengan cara menyimpan format file yang sesuai dan dapat diterima oleh program-program tersebut di atas. Berikut ini penjelasan beberapa format file untuk menyimpan dokumen pada Photoshop.</p>
<p>PSD (Photoshop Document)<br />
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.</p>
<p>BMP (Bitmap Image)<br />
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE.<br />
Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.</p>
<p>EPS (Encapsuled Postcript)<br />
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.<br />
Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final.Â Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.</p>
<p>JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)<br />
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.</p>
<p>GIF (Graphic Interchange Format)<br />
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.</p>
<p>TIF (Tagged Image Format File)<br />
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.</p>
<p>PCX<br />
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.</p>
<p>PDF (Portable Document Format)<br />
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.</p>
<p>PNG (Portable Network Graphic)<br />
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.</p>
<p>PIC (Pict)<br />
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.</p>
<p>TGA (Targa)<br />
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untukÂ menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.</p>
<p>IFF (Interchange File Format)<br />
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.</p>
<p>SCT (Scitex Continous Tone)<br />
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.</p>
<p>PXR (Pixar)<br />
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.</p>
<p>RAW<br />
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.</p>
<p>DCS (Dekstop Color Separation)<br />
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.</p>
<p>FORMAT KOMPRESI<br />
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi.<br />
Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masing-masing.</p>
<p>RLE (Run Length Encoding)<br />
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.</p>
<p>LZW (Lemple-Zif-Welf)<br />
Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.</p>
<p>JPG (Joint Photographic Experts Group)<br />
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.</p>
<p>CCIT<br />
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee.<br />
Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.</p>
<p>CATATAN<br />
Ketika menyimpan dokumen pada format file yang tidak dapat menyimpan informasi layer, maka Anda harus mengubah gambar tersebut menjadi flaten image terlebih dulu.</p>
<p>Format file yang dapat menyimpan mode warna Duotone hanyalah EPS, RAW, dan PSD. Oleh karena itu, ketika ingin menyimpan dalam format lain maka Anda harus mengubah mode warnanya terlebih dulu, menjadi RGB bila dokumen tidak ingin dicetak, karena informasi Duotone-nya akan diuraikan menjadi RGB.</p>
<p>Format file yan dapat menyimpan mode warna Lab Color hanyalah PSD, RAW, TIF, PDF, dan EPS. Format file yang dapat menyimpan mode warna CMYK hanyalah PSD, RAW, EPS, TIF, JPG, PDF, dam SCT.</p>
<p>Mode warna Indexed Color dapat menyimpan beberapa format file sesuai seting indexed color-nya.</p>
<p>Mode warna RGB dapatdisimpan pada semua format file yang ada di Adobe Photoshop.</p>
<p>Format yang direkomendasikan oleh para desainer profesional adalah<br />
o PSD = untuk dokumen yang masih ingin diedit kembali<br />
o EPS = untuk dokumen yang sudah final untuk persiapan cetak<br />
o JPG = untuk cetak dengan kompresi di atas 8 bit dan untuk foto dalam web dengan kompresi di bawah 5.<br />
o GIF = untuk ilustrasi dan animasi pada halaman web.<br />
o TIF = untuk cetak, pertukaran dokumen antar platform serta sequence animasi</p>
<p>(*) http://slametriyanto.net/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=157&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/memilih-format-file-yang-tepat-untuk-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Pengetahuan Dasar CTP ( Computer-To-Plate )</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/5-pengetahuan-dasar-ctp-computer-to-plate/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/5-pengetahuan-dasar-ctp-computer-to-plate/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Dasar CTP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Anda bingung memutuskan untuk berinvestasi CTP atau tetap dengan film fotografi yang analog? Anda bisa melihat pengalaman berikut ini.
Computer-To-Plate, yaitu proses pembuatan image atau gambar pada plat cetak. Proses ini dikerjakan pada tahapan &#8220;prepress&#8221; &#8211; proses persiapan cetak. CTP atau disebut juga &#8220;direct-to-plate&#8221; berarti proses pembuatan plat cetak secara langsung dari (file) komputer.
Kecenderungan industri adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=153&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda bingung memutuskan untuk berinvestasi CTP atau tetap dengan film fotografi yang analog? Anda bisa melihat pengalaman berikut ini.</p>
<p>Computer-To-Plate, yaitu proses pembuatan image atau gambar pada plat cetak. Proses ini dikerjakan pada tahapan &#8220;prepress&#8221; &#8211; proses persiapan cetak. CTP atau disebut juga &#8220;direct-to-plate&#8221; berarti proses pembuatan plat cetak secara langsung dari (file) komputer.<span id="more-153"></span></p>
<p>Kecenderungan industri adalah bergerak ke arah digital, penggunaan CTP semakin banyak ditemukan pada percetakan terutama dinegara maju. Penggunaan komputer selain masalah ekonomis, mengingat biaya buruh yang mahal maka aspek fleksibilitas penggunaan komputer yang menghilangkan proses fotografi menjadi pertimbangan penting perubahan ke CTP.</p>
<p>Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu diketahui bagi percetakan di Indonesia mengenai CTP, kelebihan dan kekurangannya sebagai upaya antisipasi.</p>
<p>Proses<br />
Sesuai istilah direct-to-plate; proses pembuatan image pada plat tanpa mengunakan proses pembuatan film fotografi, image langsung dicetak pada plat langsung dari file komputer.<br />
File digital tidak perlu dirubah atau dimodifikasi kebeberapa file yang berbeda, proses yang dilakukan pada pembuatan film cukup dilakukan semuanya menggunakan klik mouse dan memasukkan data via keyboard. Konsep dari pembuatan plat berimage persis sama, namun dengan cara yang sama sekali sudah berbeda.</p>
<p>Kelebihan<br />
CTP meningkatkan waktu pembuatan plat lebih cepat, konsistensi kualitas image dan gambar cetakan. Cara ini membutuhkan waktu lebih singkat dari cara percetakan offset litografi yang analog sebab menggabungkan dua proses menjadi satu. Tenaga manusia jelas berkurang sebab tidak perlu lagi membuat film fotografi. Paling tidak waktu bisa dihemat 20-30% dengan CTP. Image yang dihasilkan juga lebih jelas, tajam dan akurat dibanding dengan cetak analog yang tradisional sebab dot yang muncul lebih bersih dan turunan image pertama &#8211; langsung ke plat cetak, efek dot-gain juga berkurang.</p>
<p>Penghematan lainnya dari aspek material yaitu lebih sedikit suplai, karyawan berkurang, alat fotografi yang tidak ada lagi, berarti ruang jadi lebih sedikit. Penghematan ini bisa percetakan jadikan insentif bagi harga cetak dan menjadi faktor kompetisi untuk menarik pelanggan baru.</p>
<p>Kekurangan<br />
Umumnya orang terbiasa dengan gambar cetak dengan dot-gain yang besar dan tampak lebih gelap. Tidak jarang pelanggan akan sedikit merasa aneh dengan hasil bagus &#8220;yang tidak biasa&#8221; ini. Perlu bagi percetakan untuk memberikan pengertian mengenai barang bagus yang baru ini ke pelanggan, supaya terbiasa.</p>
<p>CTP juga merubah pola tanggung jawab kualitas cetak yang semula penuh pada percetakan, beralih ke &#8220;digital file creator&#8221; &#8211; orang yang membuat file image. Lihat penjelasan pada masalah-masalah yang umum dijumpai dibawah.</p>
<p>Masalah umum yang dijumpai<br />
Dalam proses cetak litografi, ada banyak kemungkinan merubah atau mengkoreksi hal yang salah pada film. Tidak demikian halnya pada CTP, operator percetakan harus benar-benar menjamin file image bersih. Perhatikan hal-hal berikut ini, simpan file dalam format CMYK bukan RGB dan gunakan spesifikasi yang tepat seperti;<br />
(1) &#8220;bleed amount&#8221; yang tepat<br />
(2) pastikan semua huruf dan resolusi image tinggi masuk dalam file<br />
(3) check penggunaan spot-color yang benar, dll.<br />
Karena memperbaiki digital file image yang salah sangat membutuhkan banyak waktu, yang akhirnya mengurangi kelebihan CTP terhadap sistim film analog.</p>
<p>Up-to-date dengan komputer &amp; perkembangannya<br />
Belajar terus menerus atau mengikuti perkembangan proses yang baru dan komputer menjadi wajib, karena bidang ini sangat cepat kemajuannya &#8211; dalam hitungan bulan. Photoshop dan Illustrator selalu memberi penamhan-penambahan dalam perangkat lunaknya. Perusahan seperti Adobe dan Extensies sering melakukan seminar-seminar pendidikan diberbagai kota dan negara. Akses ke internet atau website CTP menjadi alternatif cara, ikuti kursus online, ikut chat-room dll.</p>
<p>Perusahaan percetakan harus melek komputer dan perlu memperkuat tim atau divisi IT atau MIS terlibat dalam proses percetakan.</p>
<p>Bila anda adalah pelanggan percetakan, jangan segan-segan untuk bertanya mengenai file yang harus diserahkan untuk dicetak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=153&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/5-pengetahuan-dasar-ctp-computer-to-plate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Sih Digital Printing?</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/apa-sih-digital-printing/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/apa-sih-digital-printing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Apa Sih Digital Printing?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin tidak sadar selama ini sudah sangat akrab dengan digital printing. Sehari-hari dikantor dan dirumah anda selalu menggunakannya. Cetak digital adalah semua teknologi reproduksi yang menerima data elektronik dan menggunakan titik (dot) untuk replikasi. Semua mesin cetak yang memanfaatkan komputer sebagai sumber data dan proses cetak memanfaat prinsip titik; dimana gambar atau image pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=151&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda mungkin tidak sadar selama ini sudah sangat akrab dengan digital printing. Sehari-hari dikantor dan dirumah anda selalu menggunakannya. Cetak digital adalah semua teknologi reproduksi yang menerima data elektronik dan menggunakan titik (dot) untuk replikasi. Semua mesin cetak yang memanfaatkan komputer sebagai sumber data dan proses cetak memanfaat prinsip titik; dimana gambar atau image pada material (kertas, plastik, tekstil dll) tersusun dari kumpulan titik-titik.<span id="more-151"></span></p>
<p>Definisi printer, copier, press<br />
Berdasarkan mesin cetak aplikasi yang ada, maka cetak digital secara garis besar digolongkan 3;<br />
(1) printer &#8211; seperti; printer untuk Personal Computer (PC)<br />
(2) copier &#8211; seperti; mesin fotokopi yang dilengkapi dengan scanner<br />
(3) press &#8211; seperti; mesin cetak offset.</p>
<p>Printer adalah semua teknologi,mesin cetak yang membuat gambar atau image pada kertas yang diambil dari data/file komputer; menghasilkan turunan cetak pertama atau cetak asli dimana setiap cetakan bisa unik atau berubah. Ciri ini memberi kemampuan personalisasi bahan cetakan. Semua dokumen bisa menjadi individual. Teknologi tinta yang dipakai bisa inkjet, wax-transfer dan toner.</p>
<p>Copier atau mesin fotokopi, dicirikan dengan alat scanner; menghasilkan cetakan turunan kedua. Mesin fotokopi dapat menggandakan cetakan turunan pertama. Tinta yang umum dipakai adalah toner, menggunakan teknologi elektrofotografi.</p>
<p>Press atau mesin cetak press, dicirikan dengan sistim mekanis yang mengandalkan penghantar (carrier) image untuk mereplikasi atau menggandakan suatu gambar yang sama ke material (kertas) cetak secara berulang dan terus menerus. Umum ditemukan pada alat cetak offset lithografi, yang memungkinkan melakukan pencetakan dalam ukuran kertas dan jumlah besar.</p>
<p>Dalam perkembangan mesin cetak aplikasi digital, dari ke tiga kelompok tersebut berkembang mesin campuran;<br />
1. Printer Press<br />
2. Press Printer<br />
3. Scanner Printer.</p>
<p>Printer Press, sering disebut sebagai alat cetak printer (dokumen turunan pertama)kualitas tinggi baik hitam putih atau warna. Kecepatan mesin printer mencapai 50 lembar per menit atau lebih, yang dilengkapi dengan belt untuk mempercepat &#8220;delivery&#8221; dan menahan kertas dengan efek elektrik statik. Belt menggantikan fungsi roller yang sering menimbulkan masalah jamming untuk kecepatan tinggi. Alat printer ini memungkinkan membuat image yang dinamis / berubah pada photoconductor belt atau drum untuk setiap 50 lembar cetakan. Tak jarang alat printer ini dilengkapi dengan fasilitas penjilidan dan finishing.</p>
<p>Press Printer, alat mesin cetak offset press dengan proses pembuatan penghantar image langsung diatas mesin offset &#8211; tanpa proses prepress diluar mesin cetak, yang ditambahkan dengan alat cetak printer pada bagian akhir untuk memberikan informasi yang dinamis / berubah. Biasanya alat cetak printer tambahan ini menggunakan teknologi tinta inkjet.</p>
<p>Scanner Printer, alat cetak printer yang dilengkapi dengan peralatan scanner. Mesin cetak ini dilengkapi jaringan yang berhubungan dengan RIP, raster image processor, memungkinkan untuk melakukan modifikasi image hasil dari scanning. Jenis informasi adalah dokumen turunan pertama, ini berbeda dengan mesin copier yang sering rancu karena sama-sama menggunakan peralatan scanner.</p>
<p>Reproduksi Informasi<br />
Untuk lebih memahami konsep digital printing, maka secara garis besar ada 2 kelompok reproduksi informasi;<br />
1. Static printing<br />
2. Dynamic Printing.</p>
<p>Static Printing, proses menggandakan informasi yang sama dan tetap dalam jumlah yang besar. Untuk merubah informasi dari satu hasil cetakan harus mengeluarkan daya upaya, biaya dan jumlah cetakan yang besar yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kita mengacu pada proses cetak tradisional seperti mesin cetak offset, dimana image carrier yaitu blanket memuat informasi yang sama dan tetap untuk sejumlah lembar cetakan.</p>
<p>Dynamic Printing, proses menggandakan suatu informasi yang bisa berubah-ubah untuk setiap lembar cetakan. Kita bisa mengacu pada mesin copier atau fotokopi, yang dapat menggandakan setiap lembar kertas dengan informasi berbeda tergantung pada informasi yang ingin dikopi.</p>
<p>Berdasarkan ciri dan sifat umum diatas maka dynamic printing banyak ditemukan pada peralatan, metoda dan teknologi digital printing. Kemampuan memberikan dinamika informasi terkait erat dengan penggunaan file dan/atau komputer itu sendiri. Komputer merupakan tonggak utama digital printing.</p>
<p>Parameter Reproduksi Informasi<br />
Secara garis besar terdapat 2 kelompok parameter yaitu;<br />
- Parameter utama dan<br />
- Parameter pelengkap untuk membedakan Static and Dynamic Printing, dan sekaligus panduan dalam menggunakan masing-masing jenis cetakan.</p>
<p>Parameter utama, parameter yang bersifat unik dan khas dalam membedakan static dan dynamis printing, terdiri dari;<br />
1. Image carrier<br />
2. Variability informasi<br />
3. Cycle time<br />
4. Jumlah cetakan<br />
5. Front cost<br />
Lebih lanjut penjelasannya dapat dilihat paragraf berikut &#8220;Pendefinisian Digital Printing&#8221;.</p>
<p>Parameter pelengkap, parameter yang sifatnya terus berkembang dan berubah dimana suatu saat memungkinkan tidak adanya perbedaan berarti dan unik antara static dan dynamic printing, terdiri dari;<br />
1. Kualitas cetakan<br />
2. Jenis kertas<br />
3. Ukuran kertas<br />
4. Jenis material tinta<br />
Lebih lanjut penjelasannya pada paragraf &#8220;Teknologi Peralatan Digital Printing&#8221;.</p>
<p>Pendefinisian Digital Printing<br />
Dengan memahami parameter-parameter diatas dengan gampang kita melihat dan mendefinisikan multi aspek dan nama digital printing. Dynamic printing sendiri merupakan benang merah dari istilah digital printing, dimana penggunaan file komputer dan komputer merupakan cikal bakal perkembangan digital printing.</p>
<p>Perkembangan teknologi dari parameter-parameter utama reproduksi informasi menggiring perkembangan digital printing ke aspek-aspek, antara lain;</p>
<p>1. Direct Imaging;<br />
Berkaitan dengan proses pembuatan &#8220;image carrier&#8221; (pengahantar image seperti plat dan blanket)</p>
<p>2. Variable Printing<br />
Berkaitan dengan variable informasi</p>
<p>3. On-Demand Printing<br />
Berkaitan dengan jumlah cetakan, cycle time dan front cost</p>
<p>4. Distributed Printing<br />
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan disimpan</p>
<p>5. Digital Prepress dan Workflow<br />
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan disimpan</p>
<p>Impact &amp; Non-Impact printing<br />
Apakah faktor impact dan non-impatc printing mempunyai dan berperanan dalam perkembangan digital printing?. Jawabannya iya dan tidak, pada awalnya semua digital printing mengacu pada non-impact printing wlaupun dengan teknologi direct imaging kita bisa bisa melakukan proses cetak lithografi yang impact printing.</p>
<p>Namun yang jelas istilah ini bukan menjadi faktor yang mendefinisikan digital printing.<br />
Impact Printing, ditandadi dengan kontaknya pembawa image dengan material cetak (kertas, plastik).</p>
<p>Teknologi Peralatan Digital Printing<br />
Perkembangan teknologi perlatan digital printing sangat dipengaruhi oleh penggunaaan material tinta, antara lain;<br />
- Tinta<br />
- Toner<br />
- Inkjet<br />
- Lain-lain</p>
<p>Kualitas cetak, kertas dan ukuran dipengaruhi oleh perkembangan teknologi diatas dan sekaligus mempengaruhi segmen pasar cetak yang ada.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=151&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/apa-sih-digital-printing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip dan Proses Cetak</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/prinsip-dan-proses-cetak/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/prinsip-dan-proses-cetak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Prinsip dan Proses Cetak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini mengupas prinsip dan proses cetak, karakteristik kualitas cetak yang dihasilkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebutuhan jenis tinta.
Secara umum ada 6 proses cetak berikut dengan 12 metode cetak yang bersangkutan. Diluar itu ada beberapa proses cetak khusus yang digunakan dalam kondisi berbeda.
6 Proses Cetak &#38; Metode
1. Planografi;
Proses cetak dengan menggunakan permukaan datar dan rata.
Contoh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=149&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Artikel ini mengupas prinsip dan proses cetak, karakteristik kualitas cetak yang dihasilkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebutuhan jenis tinta.</p>
<p>Secara umum ada 6 proses cetak berikut dengan 12 metode cetak yang bersangkutan. Diluar itu ada beberapa proses cetak khusus yang digunakan dalam kondisi berbeda.<span id="more-149"></span></p>
<p>6 Proses Cetak &amp; Metode<br />
1. Planografi;<br />
Proses cetak dengan menggunakan permukaan datar dan rata.<br />
Contoh metode cetak, yaitu:<br />
- Litografi<br />
- Collotype</p>
<p>2. Intaglio;<br />
Proses cetak menggunakan permukaan yang dikerik (tenggelam).<br />
Contoh metode cetak, yaitu:<br />
- Rotogravure<br />
- Steel die</p>
<p>3. Relief;<br />
Proses cetak menggunakan permukaan timbul/menonjol.<br />
Contoh metode cetak, yaitu;<br />
- Letterpress<br />
- Flexography</p>
<p>4. Stencil;<br />
Proses cetak dimana tinta didesak keluar melalui saringan (stencil).<br />
Contoh metode cetak, yaitu;<br />
- Screen printing<br />
- Mimeograph</p>
<p>Kedua proses cetak dibawah ini dapat digolongkan sebagai proses Non-Impact. Disamping itu dilihat dari jenis data yang diproses menjadi image dalam media cetak seperti umumnya kertas, kedua proses cetak dibawah ini digolongkan juga dalam Cetak Digital. Ciri paling utama, data diproses atau dihasilkan oleh komputer.</p>
<p>5. Electrostatic;<br />
Proses cetak dimana image dihantarkan secara eletrostatis.<br />
Contoh metode cetak, yaitu;<br />
- Xerography<br />
- Eletrofax<br />
- Laser printing</p>
<p>6. Inkjet;<br />
Proses cetak dimana menggunakan butiran tinta yang dikenakan arus listrik (setrum).<br />
Contoh metode cetak, yaitu;<br />
- Continuous inkjet<br />
- Drop-on-demand inkjet.</p>
<p>Ketebalan Film Tinta Cetak<br />
Ada berbagai ragam kondisi, kegunaan, keuntungan, kerugian yang terkait dengan ke 6 proses dan metode cetak diatas.</p>
<p>Dibawah ini terlampir perbedaan ketebalan film tinta Cetak Analog yang diwakilkan oleh 5 metode cetak;<br />
1. Sheetfet offset (Litografi) = 1.3 micron (0.0013 mm) atau 0.05 mils<br />
2. Web offset (Litografi) = 1.5 micron (0.0015 mm) atau 0.06 mils<br />
3. Flexo (Relief) = 10 micron (0.010 mm) atau 0.4 mils<br />
4. Gravure (Intaglio) = 20 micron (0.020 mm) atau 1.8 mils.<br />
5. Screen (Stencil) = antara 25 &#8211; 125 micron (0.025-0.125 mm) atau 1.0-5.0 mils.</p>
<p>Perbandingan ini dilakukan diatas kertas Coated, dengan warna solid yang penuh, dalam ketebalan film yang (relatif) basah.</p>
<p>Kualitas Cetak dan Komposisi Material Tinta<br />
Menilik perbedaan ketebalan tinta diatas, ada beberap hal yang bisa ditarik;<br />
1. Secara umum semakin tipis film tinta, semakin memungkinkan untuk mencetak gambar atau image dengan ketajaman tinggi. Mesin cetak offset mempunyai gambar ketajaman yang paling tinggi, sementara mesin cetak screen terendah.</p>
<p>2. Proses pembuatan tinta menjadi sangat dipengaruhi oleh ketebaln tinta ini. Film tinta yang tipis pada offset membutuhkan tingkat pigmentasi lebih tinggi (untuk kekuatan warna) dibanding film tinta tebal pada Letterpress atau Flexography.</p>
<p>Film tinta tebal mempunyai lebih banyak filler (bahan pengisi) seperti Calcium Carbonate dan Magnesium Carbonate yang sangat berguna untuk meningkatkan sifat alir tinta di bak mesin cetak Screen Printing dan Letterpress</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=149&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/prinsip-dan-proses-cetak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perhitungan Investasi Mesin Mini Offset</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/perhitungan-investasi-mesin-mini-offset/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/perhitungan-investasi-mesin-mini-offset/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Perhitungan Investasi Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Iis Superiadi.Amd.Graf
Yang pertama kali orang banyak tanyakan ketika akan membuka sebuah percetakan adalah berapa biaya dan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan harga pokok sebuah order atau cetakan, sebagai insan grafika saya akan sedikit membantu memberikan informasi. Untuk tulisan pertama saya ini bagaimana mengetahui / menghitung biaya sebuah mesin cetak, dan selanjutnya bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=147&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Iis Superiadi.Amd.Graf</p>
<p>Yang pertama kali orang banyak tanyakan ketika akan membuka sebuah percetakan adalah berapa biaya dan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan harga pokok sebuah order atau cetakan, sebagai insan grafika saya akan sedikit membantu memberikan informasi. Untuk tulisan pertama saya ini bagaimana mengetahui / menghitung biaya sebuah mesin cetak, dan selanjutnya bagaimana menghitung biaya dari mulai persiapan (desain / setting / film / plate), produksi (cetak / varnish / laminating), Finishing (penjilidan / packing dll), hingga kepada menghitung biaya pokok produksi sebuah majalah.<span id="more-147"></span></p>
<p>Mesin Mini Offset disini mengacu kepada mesin cetak Toko Gronhi 860 yang mempunyai spesifikasi unit cetak 1 warna dengan ukuran kertas maksimum A3, 297 x 420 mm. Umumnya dengan mesin inilah orang biasanya memulai bisnis percetakan kecuali orang yang bermodal besar bisa memulai dengan mesin buatan Eropa, Jepang dan lainnya.</p>
<p>Investasi Mesin<br />
Total awal investasi alat dan pemasangan adalah Rp.45.000.000,-. Perkiraan umur mesin untuk perhitungan depresiasi adalah 10 tahun. Untuk perhitungan jam produksi dalam satu tahun diambil angka sebesar 1500 jam, dengan kecepatan cetak mesin rata-rata adalah 4000 lembar/jam.</p>
<p>Biaya operasional<br />
Secara garis besar total biaya operasional kurang lebih hampir sama dengan nilai mesin cetak yaitu Rp. 44.467.662,- yang dirici sebagai berikut;</p>
<p>1. Kebutuhan tempat<br />
Diperlukan tempat kurang lebih 4 x 6 meter, bisa juga 3 x 3 m bila dipaksakan, biaya tempat Rp.500.000,-/bulan atau Rp. 6.000.000,- pertahun.</p>
<p>2. Gaji operator cetak<br />
Gaji operator cetak sebesar Rp.1.200.000,- per bulan atau Rp. 14. 400.000,- pertahun , serta gaji staff teknisi kurang lebih 10% dari besar gaji cetak operator atau Rp. 1.440.000,-. Tentunya biaya gaji tergantung dengan pengalaman, tingkat keahlian operator cetak dan daerah dimana investasi berlangsung.</p>
<p>3. Spare-part dan material,<br />
Pemakaian alat dan material diperkirakan Rp.350.000,-/bulan atau Rp. 4.500.000,- pertahun.,-</p>
<p>4. Air dan listrik<br />
Air adalah bagian tidak terpisahkan dari proses cetak offset dimana diperlukan untuk mencampur larutan pembasah. Pemakaian air Rp.75.000,-/bulan atau Rp. 900.000. Pemakaian listrik sebesar 350 watt dengan Rp.500,-/KWH untuk total 1500 jam selama setahun adalah Rp. 262.500,- (0.350 x Rp.500 x 1500 jam).</p>
<p>5. Perawatan mesin<br />
Biaya perawatan dan reparasi diambil angka 2% dari biaya mesin cetak atau Rp. 900.000,- / bulan. Kegiatan perawatan mesin cetak sangat kritis dan diperlukan untuk menjaga mutu kualitas cetak dan keawetan mesin, dimana setiap minggu mesin diganti air pembasahnya dan setiap bulan mesin diperiksa apakah ada bagian aus atau diberi minyak pelumas.</p>
<p>6. Biaya modal<br />
Bunga Modal yang di Investasikan12% dari mesin cetak atau sebesar dari nilai investasi mesin cetak, 12% x ½ x Rp. 45.000.000,- atau $2.700.000,-</p>
<p>7. Biaya tak langsung<br />
Biaya perusahaan tidak langsung, berkaitan dengan resiko produksi sebanyak 10% dari total jumlah biaya ke 6 rinacian diatas, 10% x Rp. 35.302.500 atau sebesar Rp. 3.530.250,-</p>
<p>8. Biaya umum<br />
Biaya umum berkaitan dengan resiko penjualan sebanyak sebanyak 15% dari total jumlah biaya ke 7 rincian diatas, 15% x Rp.38.832.750,- atau sebesar Rp. 5.824.912,-</p>
<p>Tarif mesin per jam<br />
Untuk menghitung biaya tarif mesin per jam, maka total biaya operasional dibagi total jam produktif yaitu 1500 jam, Rp.44.657.662,- /1500 jam atau sama dengan Rp.29.771 per jam. Biaya ini diperlukan bagi anda untuk meninjau atau melihat seberapa efisien mesin cetak atau keunggulan biaya cetak dibanding dengan mesin cetak yang sejenis dalam 1 jam cetak.</p>
<p>Biaya 1 lintasan<br />
Dengan mengambil kecepatan mesin cetak rata-rata sebesar 4000 lembar per jam, maka anda bisa menghitung berapa biaya cetak perlembar untuk setiap naik cetak, formulanya adalah tarif mesin dibagi dengan kecepatan mesin cetak rata-rata, Rp.29.771,-/4000 =Rp.7,4 per naik cetak. (tujuh koma empat rupiah).</p>
<p>Mesin cetak 1 warna dan multiple warna<br />
(Redaksi kertasgrafis.com) Investasi mesin cetak 1 warna dan multiple warna sangat tergantung dari jenis pekerjaan cetak atau order yang akan dibidik oleh investor. Operator mesin cetak 1 warna harus naik cetak 2 kali bila harus menyelesaikan order dengan 2 warna untuk satu sisi, bila cetakannya 2 warna setiap sisi kertas maka harus naik cetak 4 kali, demikian seterusnya bila order yang diterima lebih dari 1 warna untuk setiap sisi. Tentunya banyak pekerjaan cetak yang hanya 1 warna setiap sisi seperti cetakan buku yang umumnya berupa tulisan atau gambar hitam putih.</p>
<p>Semakin banyak naik cetak tentunya waktu, tenaga dan biaya akan semakin besar atau meningkat. Dengan kata lain tingkat produktifitas adan efisiensi akan rendah dibanding dengan mesin cetak dua warna apabila harus mencetak order 2 warna setiap sisi, diasumsikan dengan kecepatan cetak yang sama. Secara teori ada jumlah minimum cetakan dimana mesin cetak 1 warna dan 2 warna mempunyai biaya cetak yang sama, dikarenakan nilai investasi mesin cetak lebih mahal dibanding dengan mesin cetak 1 warna.</p>
<p>*) Penulis adalah Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, tempat berkaryanya saat ini di Divisi Pemasaran PT.Perkasa Utama Jaya. 021-93008382 / 0816820608 atau Email : pais_msngrafika@telkom.net</p>
<p>Catatan : Data di atas hanya contoh, data yang sebenarnya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah tempat anda membuka percetakan. Untuk Keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi penulis.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=147&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/perhitungan-investasi-mesin-mini-offset/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Biaya Pokok Cetakan</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-biaya-pokok-cetakan/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-biaya-pokok-cetakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Biaya Cetak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Iis superiadi A.Md.Graf
Anda mungkin penasaran saat mendapatkan harga penawaran cetak yang berbeda-beda antara percetakan satu dan lainnya. Anda jadi khawatir percetakan yang sudah anda pilih terlalu banyak ambil untung atau mungkin bila terlalu murah nanti kualitas cetakannya tidak bagus atau terjamin. Dengan mengetahui harga pokok biaya cetak, anda paling tidak bisa merasa aman dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=145&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Iis superiadi A.Md.Graf</p>
<p>Anda mungkin penasaran saat mendapatkan harga penawaran cetak yang berbeda-beda antara percetakan satu dan lainnya. Anda jadi khawatir percetakan yang sudah anda pilih terlalu banyak ambil untung atau mungkin bila terlalu murah nanti kualitas cetakannya tidak bagus atau terjamin. Dengan mengetahui harga pokok biaya cetak, anda paling tidak bisa merasa aman dan nyaman dalam memutuskan suatu transaksi tidak saja murah dan tapi juga masuk akal bagi percetakan untuk menyelesaikan order yang akan dicetak. Bagi percetakan sendiri anda bisa melihat ulang apakah struktur biaya anda mengikuti pola standard atau tidak.<span id="more-145"></span></p>
<p>Kaidah<br />
Harga pokok adalah seluruh biaya yang dapat dihitung dengan uang untuk mendapatkan,mengerjakan,menyerahkan sampai pada penagihan dari suatu order. Kenapa harga pokok menjadi penting ? Ya, karena adanya persaingan, bertambahnya jumlah perusahaan percetakan, langganan menginginkan pelayanan cepat,kwalitas baik dan harga murah,adanya permainan harga bahan,kurangnya jumlah pesanan.</p>
<p>Harga pokok juga tidak boleh mengandung unsur keuntungan/beban yang lain dari batas yang dibuat,yaitu suatu beban yang merupakan keharusan/hal yang tidak mungkin dihindari dan harga pokok harus dapat diketahui sebelum proses produksi dimulai,sehingga jika seluruh biaya tadi dimasukan sebagai unsur harga pokok dan percetakan pada suatu waktu terpaksa menjual hasil produksinya dengan harga pokok,maka perusahaan tersebut akan dapat tetap berjalan tanpa mengalami gangguan.</p>
<p>Aspek<br />
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung/mengkalkulasi suatu order cetakan antara lain ;<br />
1. Bahan yang meliputi kertas,tinta,film,pelat,dll.<br />
2. Biaya persiapan meliputi,setting,desain,layout,fotorepro,plate making,dll.<br />
3. Ongkos cetak<br />
4.Biaya penyelesaian meliputi,ongkos lipat,ongkos pengumpul,ongkos jahit benang/kawat,ongkos pekerjaan tangan misalnya memasang cover,ongkos memotong,dll<br />
5. Pekerjaan pihak ketiga<br />
6. Biaya expedisi/pengiriman<br />
7. Prosentase keuntungan perusahaan<br />
8. Pajak penjualan.</p>
<p>Menghitung kertas<br />
1. Cara menghitung kertas ukuran Double Royal 650&#215;1000mm dipotong ukuran folio;<br />
(650 x 1000) / (215 x 330) = 9 sheet</p>
<p>Didalam menghitung kebutuhan kertas,biasanya sudah termasuk spare/insheet yaitu kelebihan kertas dari jumlah order cetakan untuk menghindari kekurangan oplag yang disebabkan oleh penyetelan/cari warna pada mesin cetak produksi atau pada saat penyelesaian/penjilidan.Jumlah spare/insheet masing-masing tergantung kebijakan perusahaan percetakan masing-masing,biasanya antara 2-7% (tergantung proses produksinya).</p>
<p>2. Kadangkala kita juga dapat membeli kertas bukan dalam lembaran plano,tetapi dalam kilogram yang biasanya untuk kapasitas lebih besar dan lebih murah. Rumusnya adalah;</p>
<p>(Jumlah lembar kertas x panjang x lebar x berat gr/m2) / 10.000</p>
<p>Menghitung tinta<br />
Rumus menghitung pemakaian tinta adalah;</p>
<p>(A x O x D x V x P x I) / 10.000 = &#8230; gram tinta.</p>
<p>A = Jumlah kali cetak<br />
O = Luas catak dalam centimeter<br />
D = Tehnik Cetak<br />
V = Acuan Cetak<br />
P = Paper/kertas<br />
I = Ink/Tinta</p>
<p>Tehnik Cetak (D);<br />
Cetak Offset = 1,1<br />
Cetak dalam = 1,8<br />
Cetak Tinggi = 1,4</p>
<p>Acuan Cetak (V):<br />
Diapositif = 0,8<br />
Raster = 0,4<br />
Blok penuh = 1,0<br />
Tabel = 0,4<br />
Tabel dengan teks = 0,5</p>
<p>Kertas (P) :<br />
Art paper = 1,0<br />
Imitasi = 1,2<br />
HVS = 1,4<br />
HHI = 1,5<br />
Koran = 1,8<br />
Carton = 2,0<br />
Coated = 0,9</p>
<p>Tinta (I) :<br />
Hitam = 1,0<br />
Biru tua = 1,2<br />
Kuning = 1,3<br />
Cyan = 1,4<br />
Magenta = 1,4<br />
Hijau tua = 1,7<br />
Hijau muda = 1,5<br />
Yellow = 1,3<br />
Putih = 2,0<br />
Kuning tua = 1,8</p>
<p>Menghitung biaya persiapan cetak<br />
Perusahaan dalam menghitung biaya setting / desain, film, plate, ongkos cetak, jilid, jahit, lem dan biaya pihak ketiga lainnya berpatokan pada misalnya (1) biaya setting Rp.7500,-/lembar A4, (2) biaya film B/W atau Full colour Rp.25,-/centimeter, (3) biaya plate ukuran Folio (mesin TOKO) Rp.9.000,- ukuran Doble Folio (GTO) Rp.25.000,-, (4) biaya/ongkos cetak mesin TOKO Rp.15.000,-/3 Rim,atau mesin GTO 52 Rp.90.000,-/3 Rim, (5) biaya jilid lem panas Rp.10,-/centimeter, (6) biaya potong akhir Rp.500,-/kilogram dan sebagainya.</p>
<p>Biaya Gudang<br />
Yang termasuk biaya gudang adalah gaji karyawan bagian gudang,pemeliharaan dan perbaikan gudang,biaya tempat dan biaya umum yang dibebankan kebagian gudang.Besarnya prosentase biaya gudang diperoleh dengan cara memperbandingkan biaya gudang yang keluar dalam satu tahun.</p>
<p>(Biaya gudang) / (Nilai barang yang keluar dalam satu tahun) X 100%</p>
<p>Contoh : Percetakan “ x” memiliki gudang diperkirakan dalam tahun 2000 akan mengisi bahan baku/penolong senilai Rp.2.500.000,-,kebetulan bahan tersebut habis terpakai untuk melayani oerder cetakan pada tahun tersebut,biaya gudang dalam satu tahun Rp.125.000,-.Berapa persenkah biaya gudang yang harus diperhitungkan?</p>
<p>(125.000) / (2.500.000) X 100% = 5%</p>
<p>Biaya Expedisi/pengiriman<br />
Yaitu biaya pengiriman barang jadi dari percetakan ke konsumen yang menjadi biaya tambahan setiap barang cetakan guna menutupi biaya yang dikeluarkan oleh bagian expedisi. Yang termasuk biaya expedisi adalah biaya pengepakan, pengiriman, karyawan bagian expedisi, biaya tidak langsung (bensin,pelumas dll). Besarnya prosentase biaya expedisi dihitung dengan cara memperbandingkan antara biaya expedisi dengan jumlah biaya produksi dalam satu tahun,yang masih dalam wilayah operasional perusahaan.dan apabila pengiriman jauh atau luar daerah biaya dapat dihitung tersendiri.</p>
<p>Contoh : Tahun 2000 jumlah biaya produksi percetakan “x” diperkirakan mencapai Rp.4.680.000,- dan biaya expedisi pada tahun tersebut Rp.180.000,- maka prosentase biaya expedisi adalah :</p>
<p>(180.000) / (4.680.000 &#8211; 180.000) x 100 % = 4 %</p>
<p>* Penulis adalah Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta. Hubungi penulis di Divisi Pemasaran PT.Perkasa Utama Jaya, telepon 021-93008382 / 0816820608 atau email : pais_msngrafika@telkom.net</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=145&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-biaya-pokok-cetakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mencari Mesin Cetak Offset yang Cocok</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-mencari-mesin-cetak-offset-yang-cocok/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-mencari-mesin-cetak-offset-yang-cocok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Mencari Mesin Cetak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pebisnis dan professional yang sedang membangun bisnis percetakan, keputusan membeli mesin cetak offset adalah sangat penting dan kritis. Mesin cetak menjadi mesin utama dalam rantai produksi apabila spesifikasi mesin dan pangsa pasar yang dibidik tidak sesuai satu sama lain akan menyebabkan produktifitas dan efisiensi yang buruk dan rendah. Sebagai pemilik bisnis, maka bisnis percetakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=143&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi pebisnis dan professional yang sedang membangun bisnis percetakan, keputusan membeli mesin cetak offset adalah sangat penting dan kritis. Mesin cetak menjadi mesin utama dalam rantai produksi apabila spesifikasi mesin dan pangsa pasar yang dibidik tidak sesuai satu sama lain akan menyebabkan produktifitas dan efisiensi yang buruk dan rendah. Sebagai pemilik bisnis, maka bisnis percetakan bisa merugi. Profesional sendiri perlu melengkapi pengetahuan dasar dalam membantu perusahaan dan pemilik dalam menentukan mesin cetak yang sesuai, paling tidak mereka dapat berkomunikasi secara lancar dan terarah dengan supplier mesin cetak offset yang berusaha menawarkan produknya.<span id="more-143"></span></p>
<p>Tips dibawah ini baku dan mendasar, modifikasi dan spesifikasi detil selanjutnya dapat dikembangkan pada saat anda berkomunikasi dengan supplier mesin cetak anda.</p>
<p>Pangsa pasar cetak offset<br />
Sebelum membeli, perlu tahu dulu apa segmen cetaknya, secara umum mesin cetak offset banyak digunakan dalam &#8220;commercial printing&#8221;; seperti cetakan pamflet, brosur, booklet, dan majalah. Garis besarnya segala bentuk cetak untuk keperluan commercial dimana pelanggannya yaitu perusahaan yang mau promosi, berjualan dengan material cetakan, atau bahkan perusahaan iklan. Ada 2 tipe utama, pertama mesin cetak offset lembaran (sheetfed press offset) yaitu mesin cetak offset dengan input kertas potong / plano. (lawannya roll yang menggunakan mesin web press offset), kedua mesin cetak roll (web ofsett) yaitu mensin cetak offset dengan input kertas gelondongan (roll).</p>
<p>Mesin cetak offset lembaran umumnya digunakan untuk pekerjaan cetak dengan jumlah cetak yang rendah sampai menengah. Dalam jumlah cetak mulai dari 1000 lembar sampai dengan 100,000-an lembar. Mesin cetak offset roll (bisa dipecah menjadi dua Heat Set Web Offset – HSWO biasanya untuk cetak majalah dengan kertas Artpaper/coated paper dan Cold Web Offset –biasanya untuk kertas Koran atau uncoated) umumnya untuk jumlah cetakan yang besar sebab penggunaan mesin cetak offset lembaran menjadi tidak ekonomis, jumlah cetak bisa ratusan ribu lembar sampai dengan jutaan lembar.</p>
<p>Pasar vs Keuangan<br />
Kalau pelanggan yang ditarget besar (apalagi captive customer; pelanggan sudah ditangan dan siap kasih order kapan saja) dan keuangan besar, jangan segan mencari mesin besar dan baru dengan kapasitas besar toh dana keuangan perusahaan besar. Mesin baru mempunyai produktifitas dan efisiensi tinggi dan jaminan purna jual. Namun kalau pelanggannya relatif kecil, taraf penjajakan dan keuangan juga relatif rendah maka banyak orang melihat alternatif mesin bekas (yang kriterianya juga banyak, ada &#8220;as is&#8221;- apa adanya, &#8220;refurbish&#8221; &#8211; diperbaiki sana sini, dan &#8220;rebuilt&#8221; &#8211; dimanufaktur ulang dengan rangka yang sama dan sparepart baru, jadi seperti mesin baru yang dilengakapi umumnya dengan warranty sparepart bila ada yang rusak).</p>
<p>Spesifikasi mesin vs Riset order cetak<br />
- Kecepatan; semakin cepat semakin besar produktifitas (6000, 8000, 10,000 atau bahkan 15,000 ph &#8211; sheets per hour), kalau webpress pakai fpm atau mpm (feet per minute atau meter perminute).</p>
<p>- Lebar; ada yang 18&#8243;, 20&#8243;, 22&#8243;, 24&#8243;, 26&#8243;, 28&#8243;, 40&#8243; dll. (1 inch -2.54 cm), pemilihan lebar harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan cetak yang bakal banyak digarap, jangan kekecilan dan kebesaran sebab tingkat efisiensi akan rendah. Perlu konsultasi dengan pelanggan, tenaga sales, dan supplier.</p>
<p>- Jumlah unit warna, ada 2, 4, 5, 6 bahkan 8 (untuk yang jumlahnya banyak 5 keatas ada yang disebut &#8220;perfector&#8221;, sekali jalan bisa langsung bolak balik). Pemilihan jumlah unit warna bersandarkan pada produkfitas, efisiensi dan keuangan perusahaan. Mesin perfektor mempunyai efisiensi tinggi tapi mahal namun bisa cetak masing-masing 4 warna atas dan bawah dengan sekali naik cetak. Sedangkan mesin 2 warna (straight) murah tapi pekerjaan buruhnya banyak; bisa 4 kali naik cetak untuk perbandingan dengan perector 8 warna. Konsultasi dengan pelanggan dan tenaga sales; apa sih jenis cetakan yang bakal dijual? Bikin brosur 2 warna yang banyak tulisannya dan hanya pakai HVS, beli yang murah meriah 2 warna saja. Tapi kalau mau buat brosur, iklan dengan separasi 4 warna dan kertas art paper yang mengkilap, pertimbangkan beli paling tidak 4 warna.</p>
<p>- Unit Tambahan; bila job dan pelangagannya &#8220;high end&#8221; perlu pertimbangkan unit ke 5 untuk warna khusus bahkan sudah sangat standard diluar negri untuk mempunyai unit &#8220;Aqueous Coating&#8221; (penting untuk buat kertas jadi lebih kilap dan proteksi cetakan supaya tahan goresan, air dan minyak). Mahal sedikit, tapi siap untuk masuk kepasar yang lebih tinggi dan profit lebih besar.</p>
<p>&#8220;Break even point&#8221;<br />
Minta supplier untuk membuat kalkulasi BEP. Dari proposal dan BEP, anda minta dibuat presentasi dimana lakukan kesempatan sesi tanya jawab tentang berbagai hal baik teknis dan komersil. Jangan takut untuk bertanya banyak mengingat harga barang yang anda beli bisa mulai dari puluhan juta rupiah bisa sampai ratusan dan bahkan milyaran rupiah. Investasi yang anda lakukan besar sehingga pantas untuk menginvestasi waktu, pikiran dan tenaga dalam proses memilih dan membeli.<br />
http://www.kertasgrafis.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=143&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/tips-mencari-mesin-cetak-offset-yang-cocok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Informasi Mesin Cetak Offset dan Mesin Potong untuk Ukuran Cetak Poster.</title>
		<link>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/informasi-mesin-cetak-offset-dan-mesin-potong-untuk-ukuran-cetak-poster/</link>
		<comments>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/informasi-mesin-cetak-offset-dan-mesin-potong-untuk-ukuran-cetak-poster/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>codinxz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Mesin Cetak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://codinxz.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Marchadi Arya*
Mesin cetak offset untuk ukuran poster mempunyai beberapa spesifikasi umum yang ditemukan dalam industri. Data dan informasi dibawah ini sangat bermanfaat bagi anda pebisnis dan professional yang bergelut disegmen cetak poster bila bermaksud mengembangkan bisnis anda saat ini. Secara khusus diberikan harga informasi mesin cetak offset bekas yang harganya menarik untuk dilirik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=141&subd=codinxz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Marchadi Arya*</p>
<p>Mesin cetak offset untuk ukuran poster mempunyai beberapa spesifikasi umum yang ditemukan dalam industri. Data dan informasi dibawah ini sangat bermanfaat bagi anda pebisnis dan professional yang bergelut disegmen cetak poster bila bermaksud mengembangkan bisnis anda saat ini. Secara khusus diberikan harga informasi mesin cetak offset bekas yang harganya menarik untuk dilirik dan relative terjangkau.<span id="more-141"></span></p>
<p>Ukuran Mesin Cetak<br />
Pemilihan mesin cetak offset biasanya yang ditentukan adalah ukuran mesin,<br />
dibawah ini beberapa ukuran mesin yang banyak dipakai, dengan asumsi poster yang akan dicetak ukurannya maksimum diantara 700&#215;500mm.</p>
<p>- Ukuran 720 x 520, mesin : Heidelberg SORM, Komori, SakuraiOliver72,<br />
- Heidelberg MO (65 x 48), Komori Sprint26 (640&#215;460), Oliver66 (66 x 46),<br />
- Sakurai Oliver 580&#215;440 (hanya Oliver yang ada ukuran ini, dan sangat<br />
digemari/ populer)<br />
- Ukuran 520 x 360mm : GTO52, Sakurai Oliver52, Ryobi 520</p>
<p>Menentukan jumlah warna<br />
Pemilihan jumlah warna ditentukan oleh besarnya tempat yang tersedia dan<br />
tentu alokasi budget yang ditetapkan. Jika akan memulai dengan mesin 2 warna<br />
cukup ideal, jika 1 warna untuk mencetak poster yang umumnya full colors<br />
(4 warna) maka mengulang 4 kali naik cetak. Tentu jika mesin 4 warna tentu lebih baik dengan catatan harga mesin jauh lebih mahal.</p>
<p>Dampening System pembasuh Air atau campuran Alcohol<br />
Mesin kecil masih banyak yang masih memakai sistim pembasuh air, dimana<br />
biaya operasi lebih murah tidak perlu beli alcohol, cukup fountain solution,<br />
tetapi setiap ganti tinta harus mencuci Moleton pada rol air (Sleeve roller<br />
/ selongsong handuk) sampai bersih.</p>
<p>Sedangkan sistem Alcohol Dampening menggunakan Rol Karet ke Plate tidak<br />
memakai selongsong handuk, tetap memakai air, hanya menggunakan campuran Alcohol (IPA) pada fountain solution dengan hasil cetakan raster lebih tajam.</p>
<p>Perkiraan harga mesin (bekas)<br />
Saya menuliskan pekiraan harga, karena memang sulit mengetahui harga aktual<br />
dipasaran:<br />
1 warna Sakurai Oliver 58, perkiraan Rp. 200-220 Juta<br />
1 warna Sakurai Oliver72, perkiraan Rp. 250-300 Juta<br />
1 warna Ryobi520, perkiraan Rp. 150 Juta</p>
<p>1 warna Heidelberg SORM, thn. 85-90 perkiraan Rp. 350-400<br />
1 warna Komori Sprint26, pekiraan Rp. 250<br />
2 warna Komori Sprint26, perkiraan Rp. 300-500 Juta</p>
<p>2 warna Heidelberg SORMZ, thn. 85-90 perkiraan Rp. 450 &#8211; 900 Juta<br />
2 warna Heidelberg GTOZ52, thn. 85-90perkiraan Rp. 275 &#8211; 400<br />
2 warna Sakurai Oliver 258, thn 87- 95 perkiraan Rp.350 &#8211; 500 Juta<br />
2 warna Sakurai Oliver 272, 88-90 thn perkiraan Rp. 400 &#8211; 800 Juta</p>
<p>Mesin potong<br />
Jika tempat anda memadai, sebaiknya memakai mesin potong ukuran standard 115 cm atau 100 cm, karena ukuran kerta plano 100&#215;650mm.<br />
Harga mesin baru buatan China (dengan computer / program) antara Rp. 200 -250 juta tergantung mutu dan merek. Sedangkan yang bekas Jepang / Jerman diantara Rp. 150-170 juta (tergantung tahun).<br />
Ukuran 92 cm atau 70 cm, atau 55 cm harga mesin sekitar Rp. 50-100 jutaan.</p>
<p>Harga meamang cukup penting dalam membuat keputusan, dan harga mesin bekas tidak ada harga pasar yang &#8220;absolute&#8221; dan namun cukup memberi gambaran yang ada dipasar saat ini.</p>
<p>* Penulis adalah Sales Engineer untuk suatu perusahaan Carton Box Packaging &amp; Paper Converting Machinery.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/codinxz.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/codinxz.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/codinxz.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/codinxz.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/codinxz.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/codinxz.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/codinxz.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/codinxz.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/codinxz.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/codinxz.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/codinxz.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/codinxz.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=codinxz.wordpress.com&blog=4201333&post=141&subd=codinxz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://codinxz.wordpress.com/2008/08/11/informasi-mesin-cetak-offset-dan-mesin-potong-untuk-ukuran-cetak-poster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/60572622ab20e5cc5e5fbeaa11466923?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">codinxz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>